DESIGNED BY MIXWEBTEMPLATES
Selamat datang di website Pengadilan Agama Sleman. Media transparansi dan informasi Peradilan Agama. // // Untuk kemudahan informasi perkara anda, gunakan layanan SMS perkara sesuai format

"Akal yang sehat terletak pada badan yang sehat". Berpijak dari hal tersebut PTA Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan olah raga turnamen antar warga peradilan yang mempertandingkan cabang olah raga tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkais dan catur. Acara yang dijadwalkan berlangsung satu bulan tersebut merupakan momentum untuk menjalin rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam langkah membangun budaya sehat. “Dengan kondisi badan yang sehat dapat mendorong aparatur untuk berfikir cerdas, cepat dalam bertindak, gesit dalam menyelesaikan tugas-tugas kelembagaan”. Ujar Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta Drs. H. Mansur Nasir, S.H., M.H. saat pembukaan KPTA CUP ke-III Jumat (7/11/2014).

Pelayanan yang optimal tidak lepas dari peranan SDM yang sehat, implementasi untuk menciptakan SDM yang sehat, Pengadilan Agama Sleman pada hari Jumat(31/10/2014) melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan Hakim & pegawai yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dan apabila ada penyakit bisa diketahhui sejak dini.


Bogor | Badilag.net

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Diklat Kumdil) kembali menggelar Pelatihan Teknis Fungsional Panitera/Panitera Pengganti Peradilan Umum, Agama, dan Militer Seluruh Indonesia. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d 17 Oktober 2014 di Pusdiklat Mahkamah Agung R.I. Megamendung Bogor.

Bandung l Badilag.net

Tak terasa, Undang-Undang Peradilan Agama telah berusia seperempat abad. Pada tahun 1989 atau 25 tahun lalu, untuk kali pertama, peradilan agama diatur dalam Undang-Undang tersendiri, yaitu melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989. Undang-Undang tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman.

“Jadi, untuk melahirkan Undang-Undang Peradilan Agama, dibutuhkan waktu 19 tahun! Waktu yang cukup lama. Prosesnya juga berliku, karena bukan saja berkaitan dengan persoalan hukum, tapi juga sosial-politik,” ujar Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., saat memberi sambutan pada Peringatan 25 Tahun Undang-Undang Peradilan Agama di Bandung, Rabu (24/9/2014) malam.

Karena itu, menurut Dirjen Badilag, sudah seharusnya kita sungguh-sungguh bersyukur kepada Allah SWT.

“Kita juga harus berterima kasih kepada para tokoh dan para sesepuh kita yang dengan sangat gigih memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Peradilan Agama,” tambahnya.

“Labbaika Allaahumma  labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka”..bacaan tal biyah menggema saat pelepasan jamaah haji kabupaten Sleman tahun 1435H/2014 M oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSi. Ketua Pengadilan Agama Sleman Dr. Ahmad Mujahidin, S.H., M.H. beserta jajaran MUSPIDA kabupaten Sleman.

TOP